;

Senin, 24 Agustus 2009

ASAL USUL JANGER BANYUWANGI




Pada abad ke-19, di Banyuwangi hidup suatu jenis teater rakyat yang disebut Ande-Ande Lumut karena lakon yang dimainkan adalah lakon Andhe-Andhe Lumut. Dan dari sumber cerita dari mulut ke mulut, pelopor lahirnya Janger ini adalah Mbah Darji, asal Dukuh Klembon, Singonegaran, Banyuwangi kota. Mbah Darji ini adalah seorang pedagang sapi yang sering mondar-mandir Banyuwangi-Bali, dan dari situ dia tertarik dengan kesenian teater Arja dan dia pun berkenalan dengan seniman musik bernama Singobali yang tinggal di Penganjuran, dari situlah kemudian terjadi pemaduan antara teater Ande-Ande Lumut dengan unsure tari dan gamelan Bali, sehingga lahirlah apa yang disebut Damarwulan Klembon atau Janger Klembon.

Semenjak itu, mulai lahir grup-grup Damarwulan di seantero Banyuwangi. Mereka bukan hanya memberikan hiburan, namun juga menyisipkan pesan-pesan perjuangan untuk melawan penjajah dengan kedok seni. Di masa revolusi, kerap kali para pejuang kemerdekaan menyamar sebagai seniman Janger untuk mengelabui Belanda dan para mata-matanya.

Menurut Dasoeki Nur, seorang pelaku kesenian Janger, teater ini juga sempat berkembang hingga melampaui wilayah Banyuwangi sendiri. Bahkan menurutnya lagi, pada tahun 1950an pernah berdiri dua kelompok Janger yang berada di wilayah Samaan, dan Klojen, kota Malang.


MINAK JINGGO

Di dalam kesenian janger/damar ulan/jinggoan tokoh yang sangat sering di lakonkan di dalamnya adalah MINAK JINGGO yang menurut legendanya adalah salah satu bupati Blambangan.

Dalam temperamennya, Minak jinggo di gambarkan sebagai seorang bupati yang gagah perkasa,namun pincang, suka makan sirih, buruk rupa, suka bertindak sewenang-wenang dan mempunyai pendamping setia dan selalu ada yaitu abdi kinasihnya DAYUN.

Seorang yang belum menikah/perjaka yang ingin Nagih janji ke Ratu Majapahit, yaitu Dyah Ayu Kenconowungu. Karena berhasil mengalahkan seorang raksasa bertanduk kerbau yaitu KEBO MARCUET.

Namun di masyarakat Banyuwangi, Minak Jinggo di gambarkan sebagai seseorang yang gagah perkasa, ganteng, sopan santun, dan selalu di gandrungi oleh wanita.Entah yang mana yang benar semua itu adalah Legenda.

Kebenaranya masih simpang siur karena belum adanya cukup bukti pendukung.


KEUNIKAN JANGER BANYUWANGI

Keunikannya di seni janger banyuwangi ini adalah Kesenian yang berhibrida dari pulau bali. Dari musik yang mengiringinya adalah Musik Bali ( gamelan Bali ) , sedangkan dalam pementasannya di selingi dengan lagu-lagu dan cerita, serta tarian dari bali dan banyuwangi.

Dari segi musik pengiring dalam pementasan, terdapat kolaborasi yang sangat indah dan unik sekali. Dalm pagelarannya kadang tiba-tiba musik Bali itu di sisipi dengan warna musik banyuwangi.Namun dalam alur cerita selalu di iringi dengan Gamelan bali,.Saat menyanyi di iringi musik banyuwangi.

Dalam cerita, janger membawakan cerita babad,legenda,mahabarata,bahkan cerita karangan sendiri. Unik memang, karena kalau ditelusuri ada beberapa unsur yang terkandung di dalamnya.

Yaitu,unsur Banyuwangi, unsur Bali, Unsur Surabaya/ludruk, Unsur jawa tengah/ketoprak. Begitu lengkapnya kesenian ini.


PAKAIAN DAN BAHASA

Pementasan yang memakan waktu 8-10 jam ini berbahasa jawa tinggi, namun untuk lawaknya biasa menggunakan bahasa asli banyuwangi atau di kenal dengan bahasa OSING. Sedangkan pakaiannya adalah terdiri dari berbagai adegan, untuk yang berperan sebagai jin( BRAWAK AN) selalu berpakaian bali,juga para pemain putrinya,selalu berpakain ala bali.

Namun ada juga yang berpakain ala ketoprak,jadi tegantung dengn peran yang di lakoninya. Banyak dari para seniman janger ini yang kadang pakain membawa sendiri, dan begitu kreatifnya sehingga kadang dalam peran apapun mereka bisa melaksanakanya.


LAKON DAN CERITA

Pementasan selalu ada lakon dan cerita, Namun soal lakon dan cerita ini biasanya dilaksanakan oleh para aktor/aktrisnya setelah ada permintaan dari penanggap atau yang mengundangnya minta lakon atau cerita apa yang harus di lakonkan pada pementasan tersebut.

Nah, disinilah peranan sesepuh atau sutradara yang akan mengelola lakon dan siapa saja yang berperan di dalamnya.

Lakon dan cerita bisa cerita babad tanah jawa, Mahabarata, atau bahkan cerita seperti layaknya di film, semua bisa mereka laksanakan tanpa latihan, dan live show.


TARI PENGIRING

Sebelum pementasan cerita,biasanya di iringi oleh tari yang di bawakan oleh seniman-seniman janger tersebut. Sedangkan Tariannya bermacam-macam, biasanya yang pasti di tarikan adalah tarian dari pulau bali, yaitu tari MARGAPATI.

Namun tarian dari banyuwangi sendiri banyak yang di bawakan saat pementasan sebagai pengiring,seperti TARI JEJER GANDRUNG,PUNJARI,GANDRUNG DOR, AJI JARAN GOYANG,SABUK MANGIR, dan lain-lain.


PERKEMBANGANYA

Untuk saat ini kesenian Janger yangt ada di kab.Banyuwangi sudah mencapai lebih dari 100 group/organisasi.Walaupun untuk saat ini banyak yang sudah senin-kemis dalam perkembangananya, namun masih ada yang sangat populer di mata masyarakat banyuwangi saat ini .

Ada beberapa organisasi yang cukup populer di banyuwangi, di antaranya, "SETYO KRIDHO BUDOYO" Parijatah wetan Kec. Srono yang di pimpin oleh Bripda Pol. Arief Yudistya. " DHARMA KENCANA" glondong yang di pimpin oleh I MADE SWEDEN. "SRI BUDOYO PANGESTU" Parijatah Wetan, yang di pimpin oleh Ir.Punto Hadi.

Nah itulah sedikit tentang Janger Banyuwangi.






Minggu, 23 Agustus 2009

Sabtu, 22 Agustus 2009

Ogoh-Ogoh


Ogoh-ogoh...adalah salah satu tradisi yang di laksanakan oleh umat Hindu di banyuwangi dalam menyambut Hari Raya Nyepi.Walaupun begitu dalm pelaksanaanya sangatlah terpancar suatu kerukunan antar umat beragama.

Karena dalam upacara pementasan ogoh-ogoh ini,tidak hanya umat Hindu yang berkecimpung di situ...

Banyak umat islam yang ikut serta membantu umat Hindu untuk kesuksesan acara ogoh-ogoh. Disinilah dapat dilihat bagaimana kerukunan umat beragama di banyuwangi yang begitu kentalnya.

Begitu pula dalam pelaksanaan pawai ogoh-ogoh yang memerlukan adanya sendra tari, SKB ( setyo kridho budoyo ) ikut serta memeriahkan dan membantu serta menghormati umat Hindu di Banyuwangi khususnya di kecamatan Srono.

Banyak dari crew SKB berperan dalam pawai ogoh-ogoh tersebut. Antara lain yang berkecimping di dalmnya adalah:
- Gatot mardiyanto - Arum sari
- Mujianto - Windhu
- Moh.Arief - Tya
- Mulyono - Yanah
- Sutrisno - Siswati
- Edy sugiyanto - Sulastri
- Siswoyo - Ulik
- Mujito - Nining
- Rohadi - Feny Mega s
- Suprianto - Ajeng
- Dkk.

Setyo Krido Budoyo adalah organisasi yang sangat peduli dengan keragaman dan sangat peduli dengan kemajuan seni yang ada di banyuwangi, Kesenian ini yang sudah beralih 2 generasi pimpinan.
Bapak Drs. KINARYO HADI adalah sosok pemimpin yang sangat berwibawa dan bikjaksana di mata semua anggota Setyo Krido Budoyo, bahkan Organisasi janger lain yang ada di banyuwangi sangat kagum dan menghormati beliau yang kini sedah berpulang ke Rakhmatulloh.Semoga arwahnya dan semua amal kebaikannya di terima oleh Tuhan YME. Dan di ampuni semua dosa-dosanya. Amin....

Sosok pemimpin yang kedua adalah putra almarhum.Yaitu Brida Pol. Arief Yudistya. sebagai ketua I, sedangkan Ketua II yaitu Drs.Suharsono.

Bersimbolkam Burung Rajawali , organisasi ini sangat di kenal di kabupaten Banyuwangi,jember,malang, lumajang,bahkan di jawa timur .Karena jadwal pementasan yang dalam 1 bulan bisa mencapai 27 tempat.

Maka himbauan Ketua Pelaksananya yaitu Bapak Suhariyanto .sp " agar semua pecinta seni bila ingin mengundang Setyo Krido Budoyo harap jauh-jauh hari sebelumya"

Anda bisa menghubungi Bapak Suhariyanto.sp. di Email.; widow352000@yahoo.com
Atau datang langsung di kantor di dsn Bongkoran,Ds Parijatah wetan.kec srono.Banyuwangi

crew " SKB "




Kesenian Banyuwangi

SETYO KRIDHO BUDOYO.

Adalah salah satu aset bangsa indonesia yang terpapar dalam wadah kesenian janger yang ada di bumi BLAMBANGAN, di ujung timur pulau jawa.

Kesenian yang mengangkat cerita Rakyat ini adalah Salah satu kesenian yang ada di banyuwangi dan selalu ingin melestarikan budaya bangsa bersama-sama para seniman-seniman yang berkecimpung di dalam nya.

Salah satu yang berkecimpung di dalam organisasi ini adalah Gatot mardiyanto,hanya seorang seniman kecil yang ingin mengangkat nama kesenian yang ada di banyuiwangi yaitu seni janger SETYO KRIDHO BUDOYO.

Banyak keinginan dari seorang seni,seperti gatot mardiyanto/Gaplek ini,salah satunya ;
- Bangaimana bisa mengangkat nama Setyo Kridho Budoyo ( SKB ) di kancah seni nasional.
- Bisa membangun kembali pilar-pilar kebanggaan akan seni tradisional di mata anak bangsa.
- Memperkenalkan kesenian yang ada di banyuwangi di dunia internasional.

Masih banyak lagi keinginan yang belum tercatat,namun karena keterbatasan akan kemampuan sehingga mungkin perjuangan itu kan ter hambat,namun menyerah adalah bukan prinsipnya.
Ada kesalahan di dalam gadget ini